Jadi teringat ketika masih kecil dulu, aku merengek pada ayahku untuk dibuatkan lampu yang bisa berkedip menggunakan saklar sederhana yang dipasang pada bagian ujung bambu kecil sebesar pancing. Lampu itu gunanya untuk hiasan agar pada saat berjalan di tempat yang sepi, bisa sebagai penerang juga sebagai lampu hiasan. Untuk apa ? untuk ikut serta dalam lomba gerak jalan perorangan di kecamatanku dulu, betapa meriahnya. Jalan yang dilalui pun cukup bervariasi, dan biasanya melewati desa – desa yang tidak semua jalannya beraspal, namun meski sampai tengah malam, tetap semangat. Banyak teman-teman sebayaku yang ikut, yang menyebabkan aku juga merengek untuk ikut. hampir tiap tahun aku pasti ikut, hanya ketika SMA saja aku sudah tidak mengikutinya lagi karena aku pindah ke kota. Jika aku ikut, terutama ketika masih SD, pasti semua sibuk, mulai dari ayah yang membuatkan pernak-perniknya, sampai ibu yang membuatkan sekedar minuman dan makanan kecil buat di jalan nanti. Ayah juga sibuk, karena selain mengikuti kemana aku berjalan dengan sepeda motor, dia juga sebagai Panitia biasanya. Meriah, tidak hanya dirumahku tapi juga di seluruh kampung, karena hampir semua rumah pasti mengikutkan anggota kerluarganya. Hadiahnya Utamanya pun cukup unik, yaitu Kambing untuk yang Perorangan atau Sapi untuk yang Beregu.
SUTRA, yah itulah nama yang diberikan oleh PNPHN (Panitia Negara Peringatan Hari Nasional), singkatan dari SUKOWONO TRADISIONAL. Peserta yang ikut dari berbagai kalangan, mulai dari anak – anak sampai manula. Diadakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI. Berangkat mulai Pukul 14:00 – 18:00 WIB, dan sampai di garis Finish sekitar Pukul 18:00 – 22:00 WIB, yang kalau diperkirakan bisa menempuh waktu kurang lebih 4 Jam.
Aku sudah tak tahu lagi, apa kegiatan itu masih ada. Tapi aku berharap kegiatan itu terus dilaksanakan. Untuk mempupuk rasa kebersamaan dan kedisiplinan.